Posts Tagged ‘lomba menulis’
Pemenang Lomba Menulis se-Eks Karesidenan Kedu

Seminar Pendidikan Pendekar Tidar
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei bukan hanya menjadi monopoli para guru maupun siswa-siswi yang masih aktif bersekolah namun juga menjadi hari yang istimewa bagi semua pihak yang peduli kepada dunia pendidikan. Sebagai salah satu upaya untuk ikut mencerdaskan bangsa, bala Tidar sak-bergodo turun gunung untuk menggelar suatu perhelatan akbar ajejuluk Seminar Bagimu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang mengambil tema ” Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran dan Penulisan Multimedia dalam Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar.” Seminar pendidikan ini diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Magelang secara gratis dan khusus bagi para guru di wilayah Kedu Raya.
Menggali Makna Kearifan Lokal
Sebagai wujud kepedulian Komunitas Pendekar Tidar terhadap pendidikan maka pada 1 April sampai dengan 30 April 2010 ini diadakan gladen Lomba Menulis yang mengambil tema ”Dengan Menulis, Mengenali Kearifan Lokal Lebih Dalam.” Secara sepintas terbersit suatu pertanyaan ”Sebenarnya, maksud dari kearifan lokal itu seperti apa?”
Kalau menurut saya, kearifan lokal apabila diterjemahkan secara bebas dapat diartikan nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti, untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam wilayah tersebut. Read the rest of this entry »
Lomba Menulis untuk Pelajar Kedu
Dalam rangka menyambut HUT Pendekar Tidar yang ke-1 dan memperingati Hari Pendidikan Nasional, Komunitas Blogger Magelang, Pendekar Tidar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Magelang mengadakan kegiatan Lomba Menulis untuk Pelajar se-Eks Karesidenan Kedu. Tema lomba menulis adalah “Dengan Menulis, Mengenali Kearifan Lokal Lebih Dalam”. Sasaran lomba adalah semua pelajar baik SMP maupun SMA yang berada di Karesidenan Kedu. Pelajar sekolah menengah dipilih karena pada usia tersebut jiwa kreativitas seringkali muncul namun tidak ada media yang dapat menampung kreativitas tersebut dengan baik.





