Menelusuri Sejarah Gethuk Magelang

gethuk_gondok

Gethuk, merupakan kuliner khas Magelang yang mudah dijumpai di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh. Jajanan berbahan dasar ketela ini terasa manis gurih dan lembut sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan. Seiring berjalannya waktu, Gethuk-pun mengalami beberapa perubahan. Dari yang tadinya diproses secara manual, sekarang diproses dengan bantuan mesin untuk mempermudah proses penggilingan. Bentuk kemasannya-pun senantiasa dipercantik agar layak untuk dijadikan buah tangan khas Magelang.

Apabila Anda berkunjung ke toko oleh-oleh, Anda akan menjumpai berbagai macam merek Gethuk seperti Gethuk Trio, Gethuk Eco, Gethuk Marem, dll. Tapi, pernahkah Anda mengenal Gethuk Gondok? Gethuk yang hanya bisa dijumpai di pasar tradisional ini merupakan cikal bakal Gethuk modern di Magelang.

Pada jaman penjajahan Jepang, beras merupakan barang langka dan ketela banyak terdapat di  sekitar rumah maupun dijual di pasar. Tersebutlah mbah Ali Mohtar dari desa Karet, Magelang, beliau mencoba untuk mengolah ketela dengan cara dikukus kemudian dihaluskan sekedarnya dan dicampur dengan gula. Dari sanalah konon makanan yang bernama Gethuk ini berasal. Saat itu, untuk menghaluskan ketela masih menggunakan cara manual yaitu dengan cara ditumbuk oleh 4 – 6 orang dalam sebuah lesung. Kemudian pada tahun 1985, mbah Ali berhasil membuat mesin penggilas ketela yang dapat membuat adonan gethuk menjadi lebih cepat halus. Ternyata makanan yang awalnya berbentuk bulat-bulat sebesar lepek (piring tatakan gelas) ini banyak digemari oleh orang-orang dan disebut dengan nama Gethuk Gondok karena pada saat itu mbah Ali menderita penyakit gondok.

sejarah_gethuk

Saat ini, usaha pembuatan Gethuk Gondok dilanjutkan oleh cucu mbah Ali yaitu ibu Hj. Sri Rahayu. Sedari remaja, beliau telah terjun langsung ke dunia per-gethuk-an ini. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi sampai membantu berjualan di pasar.

Pada hari Sabtu, 21 Agustus 2010, Komunitas Blogger Magelang berkesempatan untuk silaturahmi langsung dengan ibu Hj. Sri Rahayu. Dalam kesempatan itu, ibu Sri Rahayu menjelaskan secara lengkap mulai awal mula usaha itu berdiri sampai dengan proses pembuatan dan distribusinya.

gethuk_pendekar_tidar

Generasi ketiga dari mbah Gondok itu-pun menyampaikan bahwa pada dasarnya setiap orang dapat membuat Gethuk karena prosesnya cukup mudah dan bahan bakunya-pun tidak sulit didapat. Proses pembuatan Gethuk dapat digambarkan secara umum sebagai berikut :

  • Ketela yang sudah dikupas kulitnya dicuci bersih kemudian dikukus sampai lunak.
  • Hasil kukusan selanjutnya ditumbuk dengan cara manual menggunakan lesung sembari dihilangkan seratnya menggunakan arit (celurit).
  • Adonan yang sudah agak halus dicampur dengan gula pasir, garam sedikit, mentega putih, pewarna makanan dan penambah aroma.
  • Untuk pewarnaan coklat alami, bisa menggunakan gula jawa maupun bubuk coklat.
  • Untuk menambah aroma gethuk, bisa menggunakan vanili.
  • Penggunaan mentega putih bertujuan agar tidak mempengaruhi warna adonan Gethuk.
  • Penggunaan gula (pasir) asli akan membuat adonan menjadi lunak, berbeda halnya dengan penggunaan pemanis buatan.
  • Adonan yang telah ditumbuk dan dicampur dengan berbagai macam bahan tadi selanjutnya digiling lagi sebanyak 2 kali untuk menghasilkan Gethuk yang halus.
  • Proses terakhir adalah pencetakan.

Proses produksi Gethuk Gondok dilakukan oleh kurang lebih 10 orang dan biasanya ibu Sri Rahayu dan anak-anaknya ikut terjun langsung membantu proses produksi. Proses produksi dilakukan sejak jam 4 pagi sampai dengan jam 9 pagi dan rata-rata membutuhkan 2 kuintal ketela setiap harinya. Untuk pemasaran maupun penjualan, Gethuk Gondok ibu Hj. Sri Rahayu mengandalkan tenaga anak-anaknya untuk berjualan.

gethuk_gondok

Sedari awal usahanya, Gethuk Gondok mencoba untuk tetap mempertahankan ciri khasnya yaitu tidak menggunakan bahan pengawet maupun pemanis buatan sehingga Gethuk yang diproduksi hanya bisa bertahan selama 2 hari. Selain itu ada beberapa komitmen yang disadari betul oleh ibu Sri Rahayu agar pelanggannya tetap setia dengan Gethuk buatannya yaitu mempertahankan rasa dan juga kebersihan baik dalam proses pembuatan maupun penyajian.

Gethuk Gondok ibu Hj. Sri Rahayu yang berlokasi di Desa Karet, Bulurejo, Mertoyudan, Magelang ini dapat Anda nikmati hanya dengan uang 2000 rupiah untuk kemasan kecil. Anda-pun dapat memesan Gethuk ini untuk acara-acara seperti arisan, kumpul keluarga, rapat, resepsi, dll.

Bila Anda ingin mencicipi Gethuk ini, silahkan datang ke depan toko Panorama Tekstil, Pasar Rejowinangun, Magelang. Dan sebaiknya Anda jangan datang terlalu sore apabila tidak ingin kehabisan Gethuk yang menurut sebagian besar orang adalah Gethuk terenak di Magelang.

Related Posts :

2 Responses to “Menelusuri Sejarah Gethuk Magelang”

Leave a Reply

CommentLuv Enabled