Membaca dan Menulis Dalam Kehidupan

Kegiatan menulis dan membaca tidak bisa dipisahkan dari kehidupan dan keseharian manusia. Sedari kecil, manusia diajarkan untuk menulis dan membaca. Baik oleh orang tua maupun guru di taman kanak-kanak. Membaca dan menulis dalam tahapan ini bisa dikategorikan masih dalam taraf dasar. Membaca dan menulis sesuatu yang tersurat.
Seiring perkembangan kehidupan manusia, kegiatan membaca dan menulis masih setia mengiringi perjalanan kehidupan namun dalam bentuk yang berbeda. Ada peningkatan maupun perubahan bentuk dalam 2 kegiatan tadi. Di taraf ini tidak semua tersurat, beberapa mungkin hanya tersirat.
Membaca tidak hanya terpaku kepada buku maupun deretan huruf yang tertulis dalam suatu benda. Membaca memiliki cakupan yang lebih luas. Membaca tanda-tanda alam, membaca hati lawan bicara, membaca ekspresi wajah teman kita dan lain sebagainya.
Menulispun demikian. Bukan hanya rangkaian huruf yang membentuk kata. Maupun rangkaian kata yang membentuk kalimat dalam sebuah tulisan. Manusia-pun dapat menuliskan kata dalam rangkaian lisan yang disebut ucapan.
Membaca dan menulis tidak hanya tentang aku atau saya. Membaca dan menulis adalah tentang kita. Tentang manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tentang manusia dengan kehidupannya.
Lebih jauh, membaca dan menulis itu adalah sepasang kekasih yang tiada terpisahkan. Keduanya merupakan satu kesatuan yang dapat memberikan kemanfaatan tanpa sangka. Perniagaan dengan hasil tanpa duga. Maka… membaca dan menulislah dengan suka cita…




Saya pernah lho mas ketemu orang yang bisa membaca tapi tidak bisa menulis….