Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik

Efektif per tanggal 1 bulan Maret yang lalu, gaji saya sudah tidak dibayarkan secara manual (melalui Bendahara Gaji) melainkan sudah diterima via rekening Hiprada Bank Jateng. Praktis iya, namun seberapa jauh kesiapan Bank Jateng selaku penyedia layanan ini dan masalah apa sajakah yang muncul saat sistem penggajian online ini diterapkan?
Penggunaan Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPNSE) sebagai kartu atm sudah mulai disosialisasikan secara bertahap di bulan Februari. Dari sekitar 50-an lebih SKPD di Pemerintah Kota Magelang memang baru beberapa yang sudah menggunakan layanan ini sebagai sarana penerimaan gaji. Sebutlah di antaranya Badan Kepegawaian Daerah dan Sekretariat Daerah Kota Magelang.
Sepanjang hari itu, nampak beberapa personil dari bank Jateng bersiaga di Kantor Setda Kota Magelang. Rencananya hari itu memang akan diadakan sosialisasi kepada karyawan karyawati mengenai penggunaan KPNSE untuk pengambilan gaji di Bank Jateng. Hadir dalam sosialisasi tsb pihak dari BKD Kota Magelang dan tentunya pihak dari Bank Jateng Cabang Magelang.
Disampaikan bahwa KPNSE, yang bentuknya hampir mirip dengan kartu perdana operator seluler ini, memiliki kemampuan untuk menyimpan beberapa data yang berkaitan dengan kepegawaian. Kartu yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini merupakan ‘kartu sakti’ yang perlu di-eman-eman. Kenapa demikian? Konon apabila kartu ini hilang maka pengurusan khas birokrasi yang rumit perlu dilewati oleh si empunya kartu. Mulai dari pengurusan di Bank Jateng Cabang terdekat, BKD sampai dengan BKN. Saya lupa, apakah kehilangan yang berakibat dibuatnya kartu baru mengharuskan adanya biaya tambahan atau tidak.
Kembali kepada sosialisasi tadi, KPNSE yang sekaligus berfungsi sebagai kartu atm ini selain bisa dipergunakan untuk mengambil uang di atm bank Jateng juga bisa digunakan di jaringan atm Bersama maupun atm Prima. Dan disebutkan bahwa potongan atau biaya yang timbul saat kita bertransaksi di selain atm bank Jateng akan dikembalikan di hari berikutnya alias tidak ada potongan. Sebagai pelengkap sosialisasi, masing-masing peserta sosialisasi mendapatkan amplop yang berisi KPNSE dan informasi PIN serta panduan tata cara transaksi di atm bank Jateng. Acungan jempol atas pelayanan prima yang diberikan karena beberapa personil bank Jateng bersedia untuk menemani sekaligus memandu proses pengubahan PIN. Pengubahan ini hukumnya wajib, alias harus dilakukan saat pertama kali menggunakan KPNSE sebagai kartu atm. Apabila tidak, tentunya pegawai tidak dapat melakukan transaksi apapun.
Pembayaran gaji melalui atm (rekening tabungan) bukan suatu hal yang baru bagi saya dan mungkin juga bagi pegawai lain yang sebelum masuk PNS pernah bekerja di perusahaan swasta. Sistem penggajian melalui rekening ini memang terhitung lebih efektif, cepat dan juga tidak ribet.

Kenapa harus Bank Jateng ya? Pertanyaan ini muncul dalam hati saya, mengingat jumlah atm Bank Jateng masih sangat terbatas (kalo dihitung, di Kota Magelang baru ada 3 buah – satu di Kantor Pusat Alun2, satu di Kantor Walikota Magelang dan terakhir yang baru akan di-online-kan di RSUD Tidar). Selain itu, saya juga pernah illfeel dengan teller kantor kas Bank Jateng di Kantor Walikota yang bagaikan robot, diam seribu bahasa dalam melayani nasabah. Tidak ada ucapan selamat pagi/siang, ada yang bisa dibantu dan juga terima kasih. Yang ada hanyalah muka masam teller, satpam dan pelayanan yang dingin. Padahal setiap awal bulannya banyak pensiunan yang mengantri di kantor tsb. Sangat disayangkan.
Pemilihan Bank Jateng mungkin bertujuan untuk lebih memberdayakan bank milik Pemerintah Daerah. Dan sepertinya kontrak ini memang sudah kesepakatan dengan Pusat alias BKN. Jadi masing-masing Pemda menerima pembayaran gaji melalui Bank Pemerintah Daerah.
Oh iya, bagi beberapa pegawai, di dalam amplop tadi juga disertakan kartu atm pendamping. Saya juga termasuk yang mendapatkan atm pendamping tsb. Atm pendamping ini diberikan karena KPNSE belum diaktifkan sebagai kartu atm karena terkendala beberapa sebab teknis. Padahal kalau dipikir-pikir pengambilan fotonya serentak dengan pegawai yang lain, kenapa bermasalah ya? Tapi kini saya cukup bersyukur dengan adanya kartu tsb. Ternyata KPNSE mudah sekali patah (rusak) dan mengelupas. Di beberapa teman, KPNSE-nya sudah terbelah menjadi 3 bagian, sebagian juga lapisan yang memuat tulisan data diri sudah mengelupas. Kata customer service Bank Jateng, bahan KPNSE-nya memang ‘agak’ jelek sehingga mudah rusak.
Beberapa keluhan dari pengguna KPNSE sebagai kartu atm selain bahan kartu yang kurang bagus adalah mengenai mesin atm yang lemot dan telmi. Butuh waktu lebih lama untuk memproses suatu transaksi apabila dibandingkan dengan atm bank lain. Tampilan atm-nya juga masih versi lama yang sangat khas dengan blue screen-nya. Bahkan ada kasus apabila nomor PIN yang diinputkan salah, nasabah tetap dapat melihat informasi saldo namun tidak dapat melakukan transaksi penarikan tunai (mesin meminta inputan PIN yang benar). Tak jarang, hal seperti ini mengakibatkan kartu atm tertelan (di bagian saya sudah ada 3 orang yang kartunya tertelan mesin atm).
Selain itu, setahu saya proses masuknya uang ke rekening itu otomatis pada tanggal 1 lewat pukul 00.00 setiap bulannya. Tapi kok awal bulan Mei ini, sekitar pukul 09.00 WIB beberapa pegawai sempat kecewa saat mengunjungi mesin atm. Katanya uangnya belum masuk ke rekening. Lho?
Bolehlah, sistem ini masih memasuki masa uji coba dan masih memerlukan penyempurnaan dan perbaikan di beberapa bagian. Yang jelas, pembayaran gaji melalui rekening ini sukses sesuai dengan yang direncanakan oleh bagian kepegawaian. Apakah itu? Pegawai minimal dapat menabung sedikit demi sedikit melalui rekening tsb.




Wah sekarang hidup pns makin gembira ajah ya? tinggal kinerja yang perlu di tinggakatkan.
gembira atau tidak, lebih cenderung kepada bagaimana kita menyikapinya
“bagi beberapa pegawai di dalam amplop tadi”…….kok bisa ya?
xixixi… maturnuwun koreksine mas
jadi sekarang jumlah ATM di dompet nambah lagi ya mas
betul mas
wah dmpet qt jady tebal nie….penuh ATM card
ATM Card-nya banyak… tapi isinya… hehe….
wah sip ini, kartu yang bisa digesek bertambah.. he he..
kayak KTM ya…
jadi kalo lagi di atm langsung ketauan profesinya apa. ho2..
Wah, punya saya belom bisa pakai mas..