Sosial media seringkali diibaratkan sebagai sebuah pisau. Terserah kepada penggunanya, apakah akan digunakan untuk memasak dan menghasilkan sajian yang lezat ataukah untuk menusuk dan menghilangkan nyawa seseorang. Dalam rangka mengupas lebih dalam penggunaan sosial media secara positif dan tepat guna, Komunitas Blogger Magelang ‘Pendekar Tidar’, Relawan TIK Magelang dan Qwords.com menggagas talkshow bertemakan ‘Kreatif dan Gaul Dengan Sosial Media.’

Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Buku (Fesbuk) 2014 yang diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang, bertempat di Gedung Kyai Sepanjang dari tanggal 6-10 November 2014. Hadir sebagai nara sumber Kang Deden Sofiudin dari Qwords, Mas Agus Mulyadi seleblogger Magelang dan Om Irman Ariadi dari Combine. Tak lupa ada mbak Dias Alisa yang didaulat dan diberi mandat untuk menjadi mc acara.

Awalnya, acara direncanakan bertempat di panggung luar yang terletak di sebelah Barat gedung. Akan tetapi karena rintik hujan sudah mulai turun dan pertimbangan teknis lainnya, akhirnya acara dipindahkan ke ruang mini theater yang terdapat di bagian dalam Perpustakaan. Meskipun harus duduk secara lesehan dan sedikit berdesakan, namun para peserta yang sebagian besar merupakan pelajar SMP dan SMA ini tetap antusias mengikuti jalannya acara dari awal sampai dengan akhir.

Kang Denden, sebagai nara sumber pertama, menyampaikan materi berkaitan dengan internet safety, langkah-langkah apa saja yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan data, diri dan keluarga kita dalam bersosial media, kecenderungan anak jaman sekarang yang tidak bisa lepas dari media sosial serta kasus-kasus kriminalitas terkini yang muncul sebagai akibat penyalahgunaan media sosial dan juga pidana akibat pelanggaran UU ITE.

Dalam penggunaan media sosial, sebaiknya ada batasan secara tegas yang harus diterapkan kepada pengguna media sosial (khususnya remaja), misalnya batasan umur untuk sign up suatu media sosial, pengawasan dan pendampingan orang tua saat anak beraktivitas di dunia maya dan lain sebagainya.

Nara sumber kedua, tak lain tak bukan adalah Mas Agus Mulyadi. Pada kesempatan ini Mas Agus berbagi cerita mengenai sepak terjangnya di dunia edit foto, mulai dari awal mula dia terjun di dunia edit foto karena diminta temannya untuk mengeditkan foto bersama artis Jkt48, kemudian muncul di portal berita merdeka.com dan yahoo.com sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyudahi karir sebagai tukang edit foto bareng artis. Dalam suasana yang penuh guyon dan gayeng layaknya Angkringan atau Pangkur Jengleng di TVRI, Mas Agus dengan gayanya yang jenaka, ceplas-ceplos dan sedikit ngenes berhasil membuat peserta ngekek berjamaah. Tak lupa, setiap ada kesempatan dimanfaatkan dengan baik untuk promo diri yang katanya masih jomblo, promo jasa yaitu edit foto non artis dan promo produk yaitu buku pertamanya yang diterbitkan oleh Bentang dengan judul ‘Jomblo Tapi Hafal Pancasila.’

Nara sumber ketiga, Om Irman dari Combine Resource Institution, mengawali materi dengan memutarkan sebuah tayangan video tentang Demo Website Museum Yogyakarta. Selepas itu Om Irman memberikan materi terkait dengan mapping (pemetaan) maupun aktivitas lain yang selama ini beliau geluti. Sebenarnya Om Irman akan memberikan materi yang berkaitan dengan Sistem Informasi Desa (SID), namun melihat latar belakang peserta maka materi SID hanya diberikan sekilas saja sebagai penambah wawasan secara umum.

Sesi akhir, sesi tanya jawab yang tak kalah seru. Meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 lewat dan beberapa orang tua siswa sudah bolak balik nginguk anaknya dan gelisah karena acara tak kunjung usai, namun ternyata peserta masih cukup antusias untuk menggali lebih dalam pengalaman maupun materi dari ketiga nara sumber pada sesi tanya jawab ini. Beragam pertanyaan muncul, di antaranya adalah mengenai ciri pecandu internet atau media sosial, langkah apa yang bisa dilakukan orang tua untuk membimbing anaknya di dalam beraktivitas di dunia maya, bagaimana cara untuk memasukkan peta ke dalam blog, konten apa yang sebaiknya kita masukkan ke dalam blog dan aplikasi apa yang digunakan untuk melakukan edit foto.

Pukul 16.30 lebih, acarapun berakhir dan ditutup dengan pembagian doorprize dari Qwords.com, setelah itu tak ketinggalan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan dan bukti bahwa acara ini bukan sekedar hoax belaka.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang yang begitu gigih dan istiqomah untuk njawil kami di setiap acara yang diadakan, matur nuwun atas kesempatan yang sudah diberikan kepada kami di event kali ini, ketiga nara sumber yang sudah berbagi ilmu dan pengalaman yang tak ternilai harganya, Mbak Dias yang berkenan meluangkan waktu di tengah kesibukan dan nglegakke meluncur dari Jogja, para peserta acara, teman-teman komunitas dan pihak lain yang turut membantu terlaksananya acara ini.

Sampai jumpa di acara selanjutnya. InsyaAllah…

One Thought on “Kreatif dan Gaul Dengan Sosial Media

  1. setelah penantian semenjak april, ada juga update blog ini….moga terus bangun dari kevakuman postingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation