sumur_resapan

Awalnya saya bertanya-tanya mengapa kok di halaman belakang kantor ada dua lubang yang diameternya lumayan besar, tadinya sih saya kira untuk penanaman pohon. Tapi setelah dicermati kok bentuk lubangnya lingkaran dan kedalamannya sekitar 2,5 m, mirip seperti konstruksi sumur nih *sok tahu*

Akhirnya setelah mengamati proses dan progress selama beberapa hari dan juga melalui proses tanya sana dan sini saya dapatkan informasi kalau lubang tadi memang untuk sumur resapan. Wah, bagus nih ! Suatu hal yang menarik bagi saya karena ini baru pertama kalinya mengamati secara dekat dan live proses pembuatan sumur resapan. Yang tadinya hanya bisa lihat gambarnya di Google sekarang mendapat gambar secara nyata di depan mata.

poster_sumur_resapan

Fungsi utama sumur resapan adalah untuk konservasi air, selain itu sumur resapan juga berfungsi untuk ‘menangkap’ air saat hujan datang sehingga meminimalisir terjadinya banjir. Memang selama ini saat hujan agak deras, halaman belakang kantor selalu menggenang air dan jadi kelihatan seperti aliran sungai. Bagus sih, tapi sayang tidak ada ikannya :)

Secara sederhana alur sumur resapan ini bisa saya gambarkan sebagai berikut :

  • Air hujan yang disalurkan melalui pipa pembuangan dialirkan menuju bak pertama atau yang biasa disebut dengan bak kontrol. Bak kontrol ini memiliki kedalaman sekitar 50 – 75 cm dan berfungsi untuk menyaring kotoran (daun, sampah plastik, dll) agar tidak memenuhi lubang sumur resapan.
  • Air hujan yang telah disaring dari kotoran tadi selanjutnya dialirkan ke sumur resapan. Di dalam dasar sumur resapan bisa ditambahkan ijuk atau pecahan batu bata.
  • Dalam pembuatan sumur resapan sebenarnya masih ada satu saluran lagi yang menghubungkan sumur resapan dengan saluran drainase yang fungsinya untuk mengalirkan air limpahan sumur resapan ke drainase pada saat volume air sumur resapan sudah penuh. Namun di pengerjaan ini memang tidak saya temui, bisa jadi karena jarak saluran drainase yang cukup jauh dari sumur resapan.

Oh iya, bahan yang digunakan sebagai dinding sumur resapan di Pemkot ini bukan dari tumpukan batu bata yang diplester melainkan menggunakan buis beton yang disusun setinggi 4 – 5 lapisan.

skema_sumur_resapan

Sumur resapan berbeda dengan lubang resapan biopori, walaupun keduanya memiliki fungsi untuk konservasi air. Perbedaan sumur resapan dan biopori diantaranya adalah

  • Dimensi ukuran, sumur resapan diameternya 1 m dan kedalamannya 2 m-an sedangkan biopori diameternya 10 cm-an dan kedalamannya 100 cm-an.
  • Sumur resapan sengaja dibiarkan kosong dari sampah organic dan hanya berfungsi untuk menerima air sedangkan biopori diisi dengan sampah organic yang dalam periode tertentu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Magelang sudah mulai hujan nih, berarti sudah tiba saatnya menguji kehandalan sumur resapan ini. Tidak ada salahnya juga lho, di rumah atau di kantor Anda dibuat sumur resapan atau lubang resapan biopori untuk konservasi air. Percaya deh, akan sangat banyak manfaatnya untuk menjaga kelestarian air tanah.

sumber gambar 2 dari sini, gambar 3 dari sini.

3 Thoughts on “Menangkap Air Dengan Sumur Resapan

  1. mulakno wong Jowo wanti-wanti ojo nganti tilas sumur diurug maneh, maksude ben iso nggo resapan kuwi!

  2. wow, pengetahuan baru bagiku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation