Photobucket

Pemilihan Kepala Daerah Kota Magelang telah di depan mata. Setiap pasangan calon walikota dan wakil walikota (tentunya disertai tim sukses masing-masing) sudah mulai sibuk menyusun strategi untuk meraih simpati masyarakat agar mendapatkan suara terbanyak yang dapat mengantarkan mereka ke ‘kursi’ yang dituju. KPU Kota Magelang sebagai SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang kebagian tugas untuk menyelenggarakan Pemilukada Kota Magelang-pun berupaya untuk mengenalkan calon pemimpin daerah kepada warganya, salah satunya adalah melalui penyelenggaraan pawai simpatik.

Pawai simpatik ini digelar pada tanggal 16 Mei 2010 dimulai pada pukul 13.00 bertempat di Alun-alun Kota Magelang dan diikuti oleh semua pasangan calon walikota dan wakil walikota Magelang.  Para pasangan calon akan mengelilingi kota seluas 18,12km2 menggunakan kendaraan bak terbuka. KPU sudah membatasi setiap pasangan calon hanya boleh membawa lima mobil dan 10 sepeda motor. Bagaimanakah kondisi sebenarnya di lapangan? Berikut reportase yang dapat saya sampaikan :

Photobucket

Memang sulit untuk mengatur orang banyak, buktinya sangat jelas terlihat bahwa sepeda motor maupun mobil yang ikut pawai melebihi ketentuan yang telah ditetapkan. Dan yang lebih memalukan lagi bahwasanya mereka mungkin telah ‘membodohi’ KPU karena motor-motor ini sengaja tidak memulai pawai dari tempat yang ditentukan (Alun-alun) tetapi mulai bergabung dengan rombongan pawai di kawasan Pecinan. Sehingga bisa dibayangkan seberapa panjangnya rombongan pawai ini dan berapa banyak masyarakat yang terampas haknya untuk menggunakan jalan maupun fasilitas yang lain. (Harusnya ada tindakan tegas terhadap pelanggaran ketentuan ini)

Dari semua rombongan tersebut sangat minim sekali kesadaran berdisiplin lalu lintas. Sebagian besar banyak yang tidak menggunakan peralatan keselamatan berkendara seperti helm.  Belum lagi suara knalpot yang sangat memekakkan telinga dan membuat bising. (Seandainya para polisi dapat lebih proaktif mendisiplinkan peserta pawai simpatik ini)

Apakah hal seperti ini bisa disebut pawai simpatik? Menurut saya kok lebih cenderung kepada wujud arogansi dari para pasangan ya. Dengan membawa massa yang cukup besar yang mengenakan atribut-atribut tertentu seakan-akan ingin menunjukkan ini lho kami calon pemimpin Kota Magelang. Melihat kondisi seperti ini semakin timbul rasa keprihatinan kepada kota ini, hanya bisa mengiringkan doa “siapapun yang diberikan amanah nanti, semoga bisa memegang amanah untuk mensejahterakan masyarakat Kota Magelang”.

14 Thoughts on “Pawai Simpatik yang Tidak Membuat Simpatik

  1. Ya Allah… Kok almamaterku dijadikan tempat ngumpul simpatisan ya? Yang pasti saya yakin seyakin-yakinnya ini bukan diakomodasi sekolahan. pasti mereka yang “nyelonong” tanpa ijin masuk ke sekolahan. Perlu dilaporkan ke panwaslu kie….

    • admin on 17 May 2010 at 05:53 said:

      laiyo, aq yo kaget begitu metu seko ruangan kok akeh simpatisan cawali. nek kata bu Rimba sih emang sering kayak githu. mbrebeki..

  2. *yo berarti nyandake mung gek semono mas*

    ohh mulane wingi ki naya crito berapi-api kalo liat kampanye di pecinan, malah girang banget dia hehehe

  3. @ kang han :

    mbiyen cilikanku yo seneng kang.. po meneh nek kampanye jaman orde baru.. pake kaos/ baju sesuai warna partai yg mau kampanye.. :D
    .-= eMo´s last blog ..Gadis Hujan =-.

  4. itulah masyarakat kita!

  5. maklum dapat duit 50 rb sekali jalan, kan mayan.. :D
    .-= dobelden´s last blog ..Tiwul, Makanan tradisional yg nikmat =-.

  6. Kira2 bakal berpengaruh ke jumlah pemilih gak Mas? Jangan2 saking eneg-nya sama si kandidat, jumlah pemilih menurun lagi. Hilang pula legitimasinya. hehehe

    Salam kenal dari blogger Depok
    .-= indobrad´s last blog ..miladeBlogger sudah bergulir =-.

  7. itulah indonesia, masih seneng sekali dengan budaya pawai, kalau touring dikatakan pawai refrsing apa tidak ya??

  8. sama, saya juga tidak simpatik, macet juga, lagian gak pernah ikut gituan, jadi saya kurang suka. walaupun terlihat mengasikkan.
    .-= hanifilham´s last blog ..Akhirnya di Bawah Batas =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation