100 Tahun AJB Bumiputera
Pada bulan Desember 1911, di Kota Magelang berdiri sebuah perserikatan untuk guru-guru di seluruh Hindia Belanda atau yang disebut dengan PGHB. Berselang 2 (dua) tahun, PGHB menggelar kongres pertama di Magelang pada tanggal 12 Februari 1912. Dalam kongres tsb, Mas Ngabehi Dwidjosewojo – Sekretaris I Pengurus Besar Budi Utomo – mencetuskan kembali gagasannya untuk mendirikan asuransi jiwa yang dahulu pernah dikemukakan dalam Kongres Budi Utomo 1910 namun belum ada tindak lanjutnya.
Dengan suara aklamasi, peserta kongres menerima usulan M. Ng. Dwidjosewojo untuk mendirikan sebuah perusahaan asuransi jiwa khusus untuk para anggota PGHB yang diberi nama Onderlinge Levensverzekering Maatschappj PGHB (O. L. Mij. PGHB). Bentuk usaha asuransi ini adalah Onderlinge (bukan N. V. – Perseroan Terbatas) dengan pertimbangan bentuk usaha ini dapat didirikan tanpa harus menyediakan modal terlebih dahulu.
Selanjutnya O. L. Mij. PGHB dipimpin langsung oleh Pengurus Besar PGHB yang terdiri dari :
- Direktur : Mas Karto Hadi Soebroto, Guru Bahasa Melayu, MOSVIA, Magelang
- Komisaris : Mas Ngabehi Dwidjosewojo, Guru Bahasa Jawa, SPG Pribumi, Jogjakarta
- Bendahara : Mas Adimidjojo, Guru H. I. S, Magelang.
Dalam perjalanannya, ternyata perkembangan O. L. Mij. PGHB kurang menggembirakan. Sehingga mulai bulan Oktober 1913, O. L. Mij. PGHB mendapatkan subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda sebesar f 300 setiap bulannya. Dampak dari subsidi ini peserta asuransi menjadi lebih luas. Peserta tidak hanya terbatas kepada PGHB tetapi juga pegawai negeri dan pegawai swapraja. Pada Rapat Anggota Pemegang Polis tanggal 5 – 7 November 1914 di Semarang, nama O. L. Mij PGHB diubah menjadi O. L Mij Boemi Poetera.
Nama O. L. Mij Boemi Poetera akhirnya dinasionalisasikan menjadi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Dicantumkannya angka 1912 di belakang Bumiputera adalah sebagai tanda penghormatan generasi penerus kepada para pendiri perusahaan asuransi jiwa nasional yang pertama.
(disarikan dari : Bumiputera 1912 Menyongsong Abad 21)
Tahun 2012 ini, tepatnya pada tanggal 12 Februari 2012, Asuransi Bumiputera genap berusia 100 tahun. Moment 100 tahun atau 1 abad ini diperingati oleh Kantor Bumiputera Cabang Magelang dengan menyelenggarakan berbagai acara seperti gerak jalan santai – yang diikuti oleh karyawan beserta keluarga -, donor darah dan juga bermacam acara hiburan lainnya. Kota Toea Magelang (Komoenitas Petjinta dan Pelestari Bangoenan Toea di Magelang) sebagai salah satu elemen masyarakat yang peduli dengan sejarah-pun tak ketinggalan ikut memperingati moment 100 tahun ini, namun dengan cara yang berbeda. Dengan kemasan acara ‘Ayo ke Museum! Memperingati 100 Tahun Asuransi Bumiputera’, Kota Toea Magelang berupaya untuk mengajak masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya beramai-ramai mengunjungi Museum Bumiputera 1912 guna lebih memahami sejarah perjuangan dan awal berdirinya asuransi tsb.

Dengan dipandu oleh Bapak Achmad Sayuti selaku pengelola museum, rombongan KTM yang berjumlah + 20 orang ini diajak berkeliling untuk melihat dan mengamati koleksi Museum Bumiputera 1912, yang merupakan satu-satunya museum asuransi di Indonesia.
Museum Bumiputera 1912 berlokasi di Jl. A. Yani No. 21 Kota Magelang. Jika Anda sedang berada di Kota Magelang dan kebetulan melewati kawasan Poncol, tengoklah sebelah kanan jalan. Ada sebuah bangunan yang berukuran tidak terlalu besar tetapi cukup unik karena berbentuk joglo dan memiliki atap lapis tiga. Di depan bangunan ini juga terdapat 3 sosok patung yang mengenakan pakaian khas perjuangan masa itu, jas/beskap dengan bawahan berupa kain jarit. Museum ini melayani pengunjung setiap hari Senin – Jumat dari pukul 07.30 – 16.30 WIB. Jika Anda ingin berkunjung selain hari itu, dapat menghubungi pak Achmad Sayuti yang kantornya terletak di kanan belakang museum atau bisa melalui nomor telepon 0813 2883 7713.

Museum yang diresmikan pada hari Senin, 20 Mei 1985 oleh Drs. A. Bagus Panuntun (Walikota Magelang saat itu) ini memiliki beberapa koleksi yang menarik dan mungkin tidak akan ditemui di museum lain, di antaranya :
- Foto-foto tokoh pendiri AJB Bumiputera dan juga kegiatan AJB Bumiputera dari masa ke masa.
- Berbagai jenis dokumen (polis) yang digunakan mulai tahun 1912 saat Kantor Pusat masih berlokasi di Magelang sampai dengan pindah ke Jakarta.
- Koleksi uang kuno sebelum tahun 1946 yang disusun rapi dan dikategorikan menurut temanya. Menurut pak Sayuti, koleksi uang ini tidak boleh difoto karena ada larangan dari AMI (Asosiasi Museum Indonesia).
- Koleksi mesin-mesin kuno seperti mesin fider pencetak kwitansi tahun ’60, mesin hitung tahun ’50, mesin ketik tahun ’30 dan mesin pencetak kuitansi tahun ’35.
- Logo Bumiputera yang mengalami perubahan dari masa ke masa.
- Foto-foto Kantor Cabang Bumiputera yang terdapat di seluruh Indonesia.
. . . 
Kantor Bumiputera pada saat awal berdiri di Magelang berlokasi di utara Alun-alun Kota Magelang (antara Trio Plaza dan gereja) kemudian sempat pindah ke daerah Bayeman, Karang Kidul dan akhirnya berlokasi di Poncol sampai dengan saat ini. Kota Magelang sudah semestinya bangga karena sejarah asuransi bermula dari kota ini. Dan amat disayangkan seandainya ada masyarakat Magelang yang belum pernah berkunjung atau malah tidak mengetahui keberadaan Museum Bumiputera. Ayo ke Museum!
.





Selamat untuk AJB Bumi Putera, maaf kemaren gak jadi ikut tetangga nikahan mas
hehe… ndak pa2 mas
Saya orang Klaten dan baru tahu ternyata AJB Bumiputera itu aslinya dari Magelang..
Tahunya Magelang itu ya cuma Borobudur.
yups… ternyata sejarah asuransi nasional berawal dari Magelang ya mas. Matur nuwun sudah mampir
waduh, aku lali mas nek duwe PR nggarap laporan Bumiputera.. wes lali kabeh saiki.. wkwkwk
bikin laporan prajab aja mas, punya sy blm tak post laporan prajabe. Masih berupa draft
Sudah rampung mas laporan prajab !!